Latest News
Freeport Gelar Upacara HUT RI di 5 Tempat, Presdir Tony Wenas Tekankan Utamakan Safety Keselamatan Kerja • DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 81 • Polres Mimika Raih Predikat Pelayanan Publik Terbaik, Bersiap Naik Status Jadi Polresta • Jurnalis Perempuan Kabupaten Mimika Turut Meriahkan Lomba Gerak Jalan Kreasi HUT ke-81 RI • HUT RI ke-81, 130 Pelajar Meriahkan Karnaval Budaya di Mimika • Freeport Gelar Upacara HUT RI di 5 Tempat, Presdir Tony Wenas Tekankan Utamakan Safety Keselamatan Kerja • DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 81 • Polres Mimika Raih Predikat Pelayanan Publik Terbaik, Bersiap Naik Status Jadi Polresta • Jurnalis Perempuan Kabupaten Mimika Turut Meriahkan Lomba Gerak Jalan Kreasi HUT ke-81 RI • HUT RI ke-81, 130 Pelajar Meriahkan Karnaval Budaya di Mimika
← Back to News

Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Mimika Ajak Warga Rawat Persatuan dalam Keberagaman

📅 June 02, 2026 Updated: June 02, 2026

Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Mimika Ajak Warga Rawat Persatuan dalam Keberagaman
TIMIKA, RPM– Bupati Mimika Johannes Rettob mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan merawat keberagaman sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila. Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Senin (1/6/2026).

Dalam upacara yang diikuti jajaran OPD, TNI-Polri, Basarnas, dan berbagai elemen masyarakat itu, Johannes membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi. Ia menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman kehidupan berbangsa.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema tersebut menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Usai upacara, Johannes menilai kehidupan masyarakat Mimika yang rukun di tengah perbedaan suku, agama, dan budaya merupakan contoh nyata penerapan nilai-nilai Pancasila.

“Jaga keberagaman ini karena ada Pancasila di dalamnya. Seluruh warga Indonesia dengan berbagai bahasa, agama, dan suku dapat tetap bersatu karena Pancasila. Mari kita pertahankan persatuan ini dengan baik demi Indonesia yang kuat dan harmonis,” ujarnya.

Menurut Johannes, semangat persatuan dan toleransi harus terus dijaga sebagai modal penting untuk mendukung pembangunan daerah serta mewujudkan Mimika yang aman, damai, dan sejahtera.