← Back to News
PIMPINAN DAN STAF MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 2026
Idulfitri (bahasa Arab: عيد الفطر, translit. ‘Īd al-fiṭr) dikenal sebagai Hari Raya Puasa atau Lebaran Mudik (istilah di Indonesia) adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan kalender Hijriah. Karena penentuan 1 Syawal didasarkan pada fase bulan, maka Idulfitri jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi. Selain itu, cara menentukan permulaan bulan Hijriah juga bervariasi sehingga boleh jadi ada sebagian Muslim yang merayakan Idulfitri pada tanggal Masehi yang berbeda. Hari raya Idulfitri sering kali disebut sebagai hari kemenangan bagi umat muslim karena telah menjalankan puasa selama 29—30 hari.
Idulfitri dicetuskan oleh Nabi Muhammad SAW. Menurut tradisi tertentu, festival atau acara besar ini dimulai di Madinah setelah migrasi Nabi Muhammad SAW dari Makkah. Anas, seorang sahabat nabi Islam yang terkenal, meriwayatkan bahwa, ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, ia menemukan orang-orang merayakan dua hari tertentu dengan rekreasi dan kegembiraan untuk menghibur diri. Mendengar ini, Nabi Muhammad SAW berkata bahwa Allah telah menggantinya dengan dua hari yang lebih baik: Idulfitri dan Iduladha.
Sejarah mencatat bahwa dalam zaman jahiliyah, masyarakat Arab memiliki sedikit pemahaman tentang pentingnya kebaikan dan kemaslahatan, tetapi dengan kedatangan Islam, tradisi perayaan tersebut menjadi lebih terarah pada nilai-nilai kebajikan dan ketakwaan.
Idul Fitri pertama kali dirayakan pada tahun 624 M atau tahun ke-2 Hijriyah, bertepatan dengan kemenangan kaum Muslimin dalam Perang Badar yang terjadi di bulan Ramadhan. Meskipun jumlah pasukan Muslim lebih sedikit, mereka meraih kemenangan berkat pertolongan Allah, dan sebagai bentuk rahmat-Nya, diberikanlah perayaan Idulfitri.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Idulfitri
Idulfitri dicetuskan oleh Nabi Muhammad SAW. Menurut tradisi tertentu, festival atau acara besar ini dimulai di Madinah setelah migrasi Nabi Muhammad SAW dari Makkah. Anas, seorang sahabat nabi Islam yang terkenal, meriwayatkan bahwa, ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, ia menemukan orang-orang merayakan dua hari tertentu dengan rekreasi dan kegembiraan untuk menghibur diri. Mendengar ini, Nabi Muhammad SAW berkata bahwa Allah telah menggantinya dengan dua hari yang lebih baik: Idulfitri dan Iduladha.
Sejarah mencatat bahwa dalam zaman jahiliyah, masyarakat Arab memiliki sedikit pemahaman tentang pentingnya kebaikan dan kemaslahatan, tetapi dengan kedatangan Islam, tradisi perayaan tersebut menjadi lebih terarah pada nilai-nilai kebajikan dan ketakwaan.
Idul Fitri pertama kali dirayakan pada tahun 624 M atau tahun ke-2 Hijriyah, bertepatan dengan kemenangan kaum Muslimin dalam Perang Badar yang terjadi di bulan Ramadhan. Meskipun jumlah pasukan Muslim lebih sedikit, mereka meraih kemenangan berkat pertolongan Allah, dan sebagai bentuk rahmat-Nya, diberikanlah perayaan Idulfitri.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Idulfitri